Jalur Sarana Indonesia merupakan perusahaan freight forwarding yang menggunakan vendor trucking eksternal untuk mendukung kegiatan pengiriman Import Full Container Load (FCL). Proses pemilihan vendor yang belum dilakukan secara terstruktur berpotensi menyebabkan permasalahan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria dan subkriteria pemilihan vendor trucking, menganalisis tingkat prioritas kriteria dan subkriteria menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), serta menentukan vendor trucking terbaik bagi PT. Jalur Sarana Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap para ahli yang terlibat langsung dalam proses pemilihan vendor sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima kriteria utama dalam pemilihan vendor, yaitu biaya, kualitas, fleksibilitas, pengiriman, dan responsif. Berdasarkan hasil perhitungan AHP, kriteria responsif memiliki bobot tertinggi sebesar 0,310, diikuti kualitas sebesar 0,247, biaya sebesar 0,224, fleksibilitas sebesar 0,114, dan pengiriman sebesar 0,106. Pada tingkat subkriteria, prioritas tertinggi pada masing-masing kriteria responsif adalah kecepatan respon terhadap rermintaan sebesar 0,552, kualitas adalah kondisi truk layak jalan sebesar 0,523, biaya adalah Term of payment (TOP) sebesar 0,675, fleksibilitas, adalah kemampuan menyesuaikan jadwal sebesar 0,645, dan kriteria pengiriman adalah ketepatan waktu pengiriman sebesar 0,653. Hasil perankingan menunjukkan bahwa PT DUC memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,339 sehingga direkomendasikan sebagai vendor trucking terbaik, diikuti GJI sebesar 0,262, ILA sebesar 0,203, dan MMT sebesar 0,196.
Copyrights © 2026