Manajemen sumber daya manusia menghadapi masalah signifikan di industri makanan dan minuman, yaitu tingginya angka pengunduran diri, yang menyebabkan produktivitas menurun, biaya perekrutan dan pelatihan yang lebih tinggi, serta dampak negatif lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara kepuasan kerja, keseimbangan kehidupan kerja, dan angka pengunduran diri di perusahaan makanan dan minuman di Kota Semarang melalui variabel mediasi lingkungan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mensurvei pekerja di industri makanan dan minuman. Kuesioner skala Likert digunakan untuk pengumpulan data, dan Structural Equation Modelling (SEM) berbasis Partial Least Squares (SmartPLS) digunakan untuk analisis data. Baik lingkungan kerja maupun keseimbangan kehidupan kerja ditemukan memiliki pengaruh yang menguntungkan dan signifikan secara statistik terhadap kepuasan kerja. Selain itu, terdapat bukti kuat bahwa kepuasan kerja secara signifikan dan negatif memengaruhi niat untuk meninggalkan posisi saat ini. Ketika kami menguji hipotesis bahwa kepuasan kerja memediasi hubungan antara keseimbangan kehidupan kerja, lingkungan kerja, dan niat untuk meninggalkan pekerjaan, kami menemukan bahwa hal itu memang benar. Karyawan cenderung tidak ingin meninggalkan pekerjaan mereka jika perusahaan memprioritaskan keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi serta berupaya menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan. Temuan studi ini diharapkan dapat membantu bisnis meningkatkan strategi manajemen sumber daya manusia mereka untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik.
Copyrights © 2026