Industri fashion menghasilkan limbah tekstil dalam jumlah besar, khususnya kain perca satin yang sulit dimanfaatkan kembali. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi teknik water soluble patchwork menggunakan plastik biodegradable (telo roll bag) pada limbah perca satin berukuran 5–10 cm dengan variasi jarak setikan jahitan 0,3 cm, 0,5 cm, 1 cm, dan 1,5 cm dengan menggunakan gunting zig-zag pada pinggiran kain. Pendekatan mixed methods dengan desain sequential exploratory digunakan, meliputi wawancara, observasi, eksperimen, validasi ahli diantaranya 3 ahli desain, 3 ahli jahit dan 3 praktisi fashion dengan metode penggumpulan data menggunakan kuisioner dengan skala likert. Hasil menunjukkan variasi jarak setikan 0,5 cm memberikan keseimbangan terbaik: persentase validasi ahli desain 84% (layak), ahli jahit 90% (sangat layak), dan praktisi fashion 91% (sangat layak). Kemudian dengan melakukan Uji laboratorium kekuatan tarik sesuai dengan (SNI 08-0276:2009 dan uji kelangsaian/drape sesuai dengan SNI 08-1511-2004 dilaboratorium evaluasi fisika politeknik STTT Bandung. Data diolah melalui analisis deskriptif kualitatif dengan uji normalitas, homogenitas,dan one-way ANOVA. Hasil pengujiam dilaboratorium menunjukan bahwa jarak 0,3 cm menghasilkan kekuatan tarik tertinggi (rata-rata 184,16 N), sementara jarak 1,5 memiliki kekuatan yang paling kecil sehingga menghasilkan kelangsaian kain yang baik. Berdasarkan kedua hasil pengujian tersebut, variasi jarak setikan 0,5 cm dapat dianggap sebagai variasi yang paling seimbang karena mampu menghasilkan kekuatan sambungan yang baik sekaligus mempertahankan kelangsaian material. Teknik ini mendukung prinsip sustainable fashion melalui upcycling limbah menjadi material baru yang estetis dan fungsional.
Copyrights © 2026