Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) dan perilaku konsumtif terhadap keputusan pembelian impulsif mahasiswa Universitas Bosowa. Perkembangan media sosial yang semakin pesat mendorong munculnya fenomena FoMO, yaitu perasaan takut tertinggal informasi, tren, atau pengalaman yang dimiliki orang lain. Kondisi tersebut diduga dapat memengaruhi perilaku konsumsi mahasiswa dan mendorong terjadinya pembelian impulsif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 50 mahasiswa Universitas Bosowa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (FoMO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian impulsif dengan nilai signifikansi 0,000. Perilaku konsumtif juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian impulsif dengan nilai signifikansi 0,001. Secara simultan, FoMO dan perilaku konsumtif berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian impulsif mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya pengendalian perilaku konsumsi dan peningkatan literasi keuangan di kalangan mahasiswa agar terhindar dari pembelian impulsif yang berlebihan. Hal ini menunjukkan kecenderungan mahasiswa untuk selalu mengikuti informasi, aktivitas sosial, dan tren di media sosial. Temuan ini sesuai dengan Przybylski et al. (2013) yang menjelaskan fomo sebagai perasaan takut tertinggal pengalaman atau aktivitas orang lain. Dalam konteks media sosial, kondisi ini diperkuat oleh kemudahan akses informasi yang meningkatkan kebutuhan individu untuk terus terhubung.
Copyrights © 2026