Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Gaya Hidup Fomo terhadap Konsumtif dan Keputusan Pembelian Implusif Mahasiswa Universitas Bosowa Angkatan 2025 Feby Aprilya Nansya; Ahrinda Dwi Safira; Inggrid Inggrid; Grace Lestari; Muhammad Imam Hadziq; Nurhidayanti. S; Muh Akmal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) dan perilaku konsumtif terhadap keputusan pembelian impulsif mahasiswa Universitas Bosowa. Perkembangan media sosial yang semakin pesat mendorong munculnya fenomena FoMO, yaitu perasaan takut tertinggal informasi, tren, atau pengalaman yang dimiliki orang lain. Kondisi tersebut diduga dapat memengaruhi perilaku konsumsi mahasiswa dan mendorong terjadinya pembelian impulsif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 50 mahasiswa Universitas Bosowa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (FoMO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian impulsif dengan nilai signifikansi 0,000. Perilaku konsumtif juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian impulsif dengan nilai signifikansi 0,001. Secara simultan, FoMO dan perilaku konsumtif berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian impulsif mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya pengendalian perilaku konsumsi dan peningkatan literasi keuangan di kalangan mahasiswa agar terhindar dari pembelian impulsif yang berlebihan. Hal ini menunjukkan kecenderungan mahasiswa untuk selalu mengikuti informasi, aktivitas sosial, dan tren di media sosial. Temuan ini sesuai dengan Przybylski et al. (2013) yang menjelaskan fomo sebagai perasaan takut tertinggal pengalaman atau aktivitas orang lain. Dalam konteks media sosial, kondisi ini diperkuat oleh kemudahan akses informasi yang meningkatkan kebutuhan individu untuk terus terhubung.
Pengaruh Literasi Keuangan terhadap pengelolaan Keuangan UMKM Coto Makassar Khubaib Afif; Nur Hamadayani; Nur Asila; Nayla Anisa; Muh Rahy Alamsyah; Athirah Zahrani; Nurhidayanti S.; Muh Akmal; Fadel Fadel
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan UMKM Coto Makassar di Kota Makassar. Literasi keuangan merupakan kemampuan individu dalam memahami dan mengelola informasi keuangan untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat, sedangkan pengelolaan keuangan merupakan aktivitas perencanaan, pencatatan, pengendalian, dan evaluasi keuangan usaha. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian adalah pelaku UMKM Coto Makassar di Kota Makassar yang diperkirakan berjumlah 300 pelaku usaha. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh sebanyak 75 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan UMKM Coto Makassar di Kota Makassar. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung sebesar 8,562 yang lebih besar dari t-tabel sebesar 1,993 serta nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,501 menunjukkan bahwa literasi keuangan mampu menjelaskan pengelolaan keuangan UMKM sebesar 50,1%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, peningkatan literasi keuangan dapat membantu pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha secara lebih efektif sehingga mendukung keberlanjutan dan perkembangan usaha.