Komunikasi antarpribadi dalam organisasi mahasiswa sering kali dievaluasi secara bias hanya berdasarkan interaksi formal panggung depan, sementara dinamika informal di balik layar kerap diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoperasionalisasikan teori dramaturgi Erving Goffman sebagai kerangka evaluatif dalam menjelaskan efektivitas komunikasi antarpribadi pada Himpunan Mahasiswa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi interpretif data dikumpulkan dari Januari hingga Mei 2025 melalui teknik wawancara mendalam dan laporan observasi luring terhadap tiga informan pengurus yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara siklis (cyclical) menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan kualitas hubungan antarpribadi yang dikonstruksi di panggung belakang (back stage) bertindak sebagai determinan utama yang mengontrol efektivitas performa koordinasi formal di panggung depan (front stage). Sebaliknya, saluran digital seperti WhatsApp Group mengalami disfungsi ruang akibat kecemasan komunikatif aktor, sehingga memicu tindakan penghindaran performa (performance avoidance). Secara teoretis, studi ini mendekonstruksi dramaturgi dari sekadar alat analisis simbolik menjadi kerangka evaluatif organisasi.
Copyrights © 2026