Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki kompetensi literasi digital yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada kemampuan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif dan responsif terhadap gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran literasi digital guru dalam implementasi pendidikan kesetaraan gender di lingkungan PAUD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di TK Dharma Wanita 2 Setren, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Subjek penelitian terdiri atas empat guru, satu kepala sekolah, empat orang tua, serta 20 anak usia 4–6 tahun sebagai partisipan observasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital guru berperan penting dalam mengimplementasikan pendidikan kesetaraan gender melalui kemampuan memilih, mengevaluasi, dan memanfaatkan media digital yang bebas dari stereotip gender. Pemanfaatan video edukatif, buku cerita digital, media visual, dan permainan interaktif memberikan kesempatan belajar yang setara bagi anak laki-laki maupun perempuan, mendorong interaksi pembelajaran yang inklusif, serta membentuk pengalaman belajar yang menghargai keberagaman. Penelitian ini menghasilkan model konseptual yang menunjukkan bahwa literasi digital guru menjadi fondasi dalam membangun pembelajaran responsif gender melalui seleksi media digital, strategi pembelajaran inklusif, dan interaksi tanpa bias gender. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kompetensi guru PAUD serta penguatan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada transformasi digital dan kesetaraan gender.
Copyrights © 2026