Kisah Ashabul Kahfi dalam Surah Al-Kahfi ayat 9-26 memberikan teladan kuat bagi generasi muda dalam mempertahankan akidah di tengah tantangan ideologi modern seperti sekularisme dan hedonisme. Generasi muda dewasa ini menghadapi krisis identitas yang mengancam nilai spiritualnya, membuat narasi ini sangat relevan. Pendekatan interdisipliner dengan teori psikologi perkembangan, khususnya teori Erik Erikson dan James Marcia terkait identitas remaja, serta teori identitas sosial Tajfel, menunjukkan bahwa keteguhan akidah berfungsi sebagai spiritual resilience dalam menghadapi tekanan ideologis. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya membangun komunitas virtual Islami dan program pelatihan akidah berbasis digital untuk membantu remaja menjaga nilai keimanan. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya mendapat inspirasi dari kisah ini, tetapi juga diharapkan menjadi agen perubahan sosial yang menyebarkan nilai-nilai positif sesuai ajaran Islam.
Copyrights © 2026