Negara multilingual dihadapkan pada tantangan kompleks dalam mengelola keberagaman bahasa yang hidup berdampingan dalam masyarakat. Bahasa nasional berperan sebagai simbol identitas dan alat pemersatu, sementara varietas linguistik baik bahasa daerah, dialek, maupun ragam sosial merepresentasikan kekayaan budaya dan realitas sosiolinguistik masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran bahasa nasional dalam konteks perencanaan bahasa serta hubungannya dengan keberadaan varietas linguistik di negara multilingual. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka terhadap teori dan hasil penelitian terkait perencanaan bahasa, kebijakan bahasa, dan variasi linguistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa perencanaan bahasa yang efektif tidak hanya berfokus pada standardisasi dan penguatan fungsi bahasa nasional, tetapi juga perlu memperhatikan pelindungan dan pemertahanan bahasa-bahasa lain agar tidak terjadi marginalisasi linguistik. Dengan demikian, kebijakan bahasa yang inklusif dan adaptif menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara integrasi nasional dan keberagaman linguistik. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi kajian sosiolinguistik serta menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan bahasa di negara multilingual
Copyrights © 2026