Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika lembaga pendidikan Islam di Indonesia dalam menavigasi ketegangan ganda antara urgensi mempertahankan tradisi keilmuan Islam klasik dan keharusan untuk beradaptasi dengan transformasi digital yang bergerak masif. Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), kajian ini menyintesis secara kritis berbagai literatur akademik, dokumen resmi pemerintah, dan laporan penelitian yang diterbitkan pada rentang tahun 2020 hingga 2026. Temuan penelitian menunjukkan bahwa resistensi kelembagaan terhadap digitalisasi secara total bukanlah bentuk penolakan terhadap kemajuan zaman, melainkan sebuah mekanisme pertahanan rasional untuk melindungi sistem sanad (transmisi keilmuan) dan esensi fundamental adab (pembentukan karakter). Lebih lanjut, diidentifikasi bahwa tantangan utama transformasi digital sejatinya tidak terletak pada keterbatasan infrastruktur fisik atau perangkat keras, melainkan pada rendahnya literasi digital pedagogis sumber daya manusia yang memicu risiko pendangkalan spiritual di kalangan peserta didik. Untuk memecahkan problematika tersebut, penelitian ini merekomendasikan strategi institusional yang holistik: pemutakhiran surat keputusan visi dan misi lembaga secara resmi, penetapan pedoman tata kelola yang ketat terkait seleksi, rekrutmen, pengembangan, dan retensi tenaga pendidik, serta penerapan model epistemologi campuran (blended epistemology). Pendekatan integratif ini diharapkan mampu memastikan efisiensi manajerial berbasis teknologi seraya mempertahankan kesakralan identitas pendidikan Islam.
Copyrights © 2026