Perundungan (bullying) di sekolah dasar masih menjadi permasalahan yang memerlukan perhatian serius karena dapat berdampak pada perkembangan sosial dan emosional siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika perundungan serta peran dan strategi guru dalam membangun sistem perlindungan anak. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di MI Muhammadiyah 2 Kudus dengan subjek kepala madrasah, guru, siswa, dan orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan lebih dominan dalam bentuk verbal dan sosial yang sering muncul dalam interaksi sehari-hari. Guru berperan sebagai pengamat, mediator, dan pendamping dalam menangani situasi tersebut. Strategi yang diterapkan meliputi pendekatan preventif, responsif, dan kuratif, meskipun belum sepenuhnya terintegrasi secara sistematis. Sehingga disimpulkan bahwa penguatan kapasitas guru dan sistem sekolah diperlukan untuk mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.
Copyrights © 2026