Fenomena fatherless atau ketidakhadiran sosok ayah dalam pengasuhan telah menjadi isu krusial yang mengancam tumbuh kembang anak di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan mengumpulkan, menyaring, dan menganalisis data sekunder dari artikel ilmiah nasional maupun internasional serta laporan resmi lembaga terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa absennya peran ayah memicu hambatan kognitif berupa lemahnya logika dasar, kerapuhan regulasi emosi, serta peningkatan risiko obesitas akibat kurangnya aktivitas motorik dinamis. Di bawah kacamata teori ekologi perkembangan, tantangan ini semakin kompleks di area urban karena melonggarnya sistem pendukung komunal (alloparenting). Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi lingkungan belajar di lembaga PAUD melalui penyediaan permainan fisik adaptif serta penguatan jaringan sosial masyarakat untuk memitigasi defisit stimulasi, guna menjamin pemenuhan hak tumbuh kembang anak secara optimal.
Copyrights © 2026