Penelitian ini bertujuan untuk menggali refleksi enam remaja akhir (usia 18–19 tahun) terhadap pengalaman masa kanak-kanak akhir mereka (usia 6–12 tahun), dalam konteks tahap perkembangan psikososial Industry vs. Inferiority menurut teori Erik Erikson. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, penelitian ini mengungkap bahwa pengalaman mendapatkan dukungan, pengakuan, serta pencapaian pada masa kanak-kanak memiliki keterkaitan yang erat dengan tingkat kepercayaan diri dan persepsi terhadap kompetensi pribadi di akhir masa remaja. Sebaliknya, pengalaman kegagalan yang berulang serta kritik tanpa dukungan konstruktif berkontribusi pada terbentuknya rasa rendah diri yang terus memengaruhi pandangan individu terhadap diri mereka sendiri. Temuan ini menyoroti pentingnya peran lingkungan, termasuk orang tua, guru, dan teman sebaya, dalam membentuk konsep diri dan rasa kompetensi sejak usia dini. Lingkungan yang suportif dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan mendorong perkembangan psikologis yang sehat, sementara lingkungan yang kurang mendukung berpotensi membentuk pola ketidakpercayaan diri yang persisten. Meski demikian, dukungan sosial yang hadir di kemudian hari dapat berperan sebagai faktor protektif yang membantu memulihkan dan memperkuat kembali rasa percaya diri individu.
Copyrights © 2026