Kebutuhan akan bahan bakar semakin meningkat, bersamaan dengan bertambahnya jumlah sektor industri yang ada, Indonesia sebagai negara berkembang juga memiliki tingkat pertumbuhan sektor industri yang cukup pesat. Salah satu sektor industri yang ikut berkembang adalah sektor migas dimana di Indonesia merupaka salah satu sektor industri yang cukup besar dan utama. Produksi dalam sektor migas tidak luput dari dibutuhkannya bahan bakar dimana bahan bakar tersebut berupa bahan bakar cair, maupun gas bumi. Gas bumi sebagai salah satu bahan bakar belum di gunakan secara efisien di Kalimantan, di kareanakan distribusinya yang belum efisien dikarenakan masih menggunakan transportasi darat dengan menggunakan mobil tangki gas deangan rute perjalanan cukup jauh, oleh karena itu pemerintah melaksanakan pembangunan jaringan pipa gas guna mempercepat proses distribusi tersebut agar penyalurannya dari hulu ke hilir lebih efisien guna mensuplai kebutuhan untuk kilang maupun jaringan pipa gas untuk masyarakat. PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang kontraktor pembangunan di Kota Balikpapan, yang mana PT XYZ sedang dalam masa pembangunan pipa gas yang memiliki aktivitas pengelasan selama masa pemasangannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan penilaian risiko serta upaya dalam pengendalian risiko pengelasan pada pembangunan jaringan pipa gas di Kota Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, melalui pendekatan observasional, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil identifikasi risiko dari proses pengelasan pada pembangunan pipa gas, terdapat 31 potensi bahaya yaitu 3 jenis risiko kategori low-risk, 8 jenis risiko kategori medium-risk, 22 jenis risiko kategori high-risk, dan 4 jenis risiko kategori extream.
Copyrights © 2026