Hipertensi tergolong sebagai persoalan kesehatan global yang secara nyata mendorong kenaikan angka morbiditas dan mortalitas. Kelelahan kerja ditengarai turut berperan dalam memicu hipertensi pada pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara kelelahan kerja dan kejadian hipertensi pada pekerja dengan berpijak pada hasil-hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Peneliti mengumpulkan data dari 15 artikel jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2018 hingga 2025 melalui database Google Scholar, PubMed, dan Identifikasi Uniba. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelelahan kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi pada pekerja. Berbagai faktor yang memengaruhi hubungan tersebut meliputi durasi kerja yang berlebihan, sistem kerja shift, kualitas tidur yang rendah, stres kerja, beban kerja mental, serta kondisi lingkungan kerja. Secara fisiologis, kelelahan kerja meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis dan produksi hormon stres yang berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Mengacu pada temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa kelelahan kerja berperan sebagai faktor risiko yang bertalian erat dengan hipertensi pada pekerja. Atas dasar itu, perusahaan perlu menempuh upaya pengendalian melalui penataan jam kerja, peningkatan kualitas istirahat, sekaligus pembenahan kondisi lingkungan kerja.
Copyrights © 2026