Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pola Perilaku Kejahatan Seksual Anak (Pedofil) Perspektif Teori Four Precondition Model of Child Sex Abuse (Studi Kasus Narapidana Rutan Kelas IIA Batam) Rifaldo, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejahatan seksual terhadap anak merupakan bentuk pelanggaran hak anak yang paling merusak dan kompleks, dengan dampak jangka panjang pada aspek psikologis, sosial, dan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola perilaku pelaku pedofilia berdasarkan pendekatan Four Preconditions Model of Child Sexual Abuse oleh Finkelhor, yang mencakup: (1) motivasi pelaku, (2) penghilangan hambatan internal, (3) penghilangan hambatan eksternal, dan (4) penaklukan resistensi anak. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap tiga narapidana kasus pedofilia di Rutan Kelas IIA Batam, menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap pelaku memiliki pola perilaku yang kompleks, dengan motif yang berasal dari latar belakang psikologis, trauma masa lalu, relasi kuasa, serta distorsi kognitif yang menjadikan tindakan kekerasan seksual terhadap anak sebagai bentuk pelampiasan emosional maupun seksual. Hambatan internal seperti rasa bersalah, norma moral, dan ajaran agama berhasil ditekan melalui pembenaran pribadi dan pembiasaan perilaku. Hambatan eksternal diatasi melalui manipulasi sosial, posisi otoritas, serta pengawasan lingkungan yang longgar. Sementara itu, resistensi anak dihancurkan melalui pemberian hadiah, ancaman halus, serta pemalsuan kasih sayang, membuat korban berada dalam kondisi bingung dan tidak berdaya.Penelitian ini memberikan gambaran utuh tentang bagaimana proses pelecehan seksual terhadap anak bukanlah tindakan spontan, melainkan hasil dari proses psikologis dan sosial yang terstruktur. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penguatan sistem pemasyarakatan, peningkatan program rehabilitasi berbasis psikososial, serta formulasi kebijakan perlindungan anak yang lebih menyeluruh.
PENGARUH KELELAHAN KERJA (FATIGUE) TERHADAP HIPERTENSI PADA KARYAWAN: LITERATUR REVIEW Rifaldo, Muhammad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1350

Abstract

Hipertensi tergolong sebagai persoalan kesehatan global yang secara nyata mendorong kenaikan angka morbiditas dan mortalitas. Kelelahan kerja ditengarai turut berperan dalam memicu hipertensi pada pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara kelelahan kerja dan kejadian hipertensi pada pekerja dengan berpijak pada hasil-hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Peneliti mengumpulkan data dari 15 artikel jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2018 hingga 2025 melalui database Google Scholar, PubMed, dan Identifikasi Uniba. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelelahan kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi pada pekerja. Berbagai faktor yang memengaruhi hubungan tersebut meliputi durasi kerja yang berlebihan, sistem kerja shift, kualitas tidur yang rendah, stres kerja, beban kerja mental, serta kondisi lingkungan kerja. Secara fisiologis, kelelahan kerja meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis dan produksi hormon stres yang berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Mengacu pada temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa kelelahan kerja berperan sebagai faktor risiko yang bertalian erat dengan hipertensi pada pekerja. Atas dasar itu, perusahaan perlu menempuh upaya pengendalian melalui penataan jam kerja, peningkatan kualitas istirahat, sekaligus pembenahan kondisi lingkungan kerja.