Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penerapan sistem scaffolding tagging dalam mengendalikan risiko kerja di ketinggian pada aktivitas utility di PT Kilang Pertamina Internasional RU V Balikpapan. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan analisis dokumen untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi scaffolding, kesesuaian tanda kelayakan, serta efektivitas proses inspeksi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar scaffolding telah dilengkapi tanda kelayakan, namun masih ditemukan ketidaksesuaian antara kondisi aktual dengan tanda yang terpasang, termasuk kerusakan komponen dan ketidakterbaruan informasi kelayakan. Penelitian ini juga menemukan bahwa pemahaman pekerja mengenai fungsi dan makna warna tanda masih terbatas, sehingga berpotensi menurunkan efektivitas pengendalian risiko. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa penerapan scaffolding tagging memiliki potensi sebagai pengendalian administratif yang efektif, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kualitas inspeksi, pembaruan informasi, pemeliharaan scaffolding, serta tingkat kepatuhan pekerja. Peningkatan mekanisme inspeksi dan penguatan komunikasi keselamatan diperlukan untuk memastikan pengendalian risiko yang lebih optimal.
Copyrights © 2026