Aktivitas pekerjaan panas (Hot Work) pada area eksisting proyek migas memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran sehingga diperlukan sistem penanggulangan yang efektif dan sesuai regulasi. Penelitian ini menganalisis penerapan sistem penanggulangan kebakaran pada aktivitas Hot Work di Proyek RDMP Lawe-Lawe PT ZX, meliputi efektivitas prosedur Hot Work Permit, kesiapan fasilitas proteksi kebakaran, serta kompetensi Emergency Response Team (ERT). Metode yang digunakan mencakup observasi lapangan, wawancara, dan telaah dokumen HSSE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem proteksi kebakaran umumnya berjalan baik dan mengikuti KEP-186/MEN/1999 serta standar Pertamina, namun masih ditemukan kekurangan seperti sebagian anggota ERT yang belum bersertifikasi, beberapa APAR yang kurang mudah diakses, serta jalur evakuasi dengan penerangan tidak memadai. Temuan tersebut menegaskan perlunya peningkatan kompetensi ERT, perbaikan aksesibilitas peralatan pemadam, dan penambahan lampu darurat sebagai langkah penguatan kesiapsiagaan. Penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh tentang efektivitas sistem yang diterapkan serta rekomendasi perbaikan berkelanjutan untuk mendukung keselamatan kerja di lingkungan industri migas.
Copyrights © 2026