Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya pencegahan kebakaran, merupakan prioritas utama dalam operasional transportasi udara yang memiliki risiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif pada resto di PT.XYZ Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara teknis, dan studi dokumen yang mengacu pada regulasi Permenaker No. 186/1999 serta SNI 03-3985-2000. Hasil inspeksi menunjukkan bahwa implementasi sistem proteksi belum optimal. Pada sistem proteksi aktif, ditemukan kendala signifikan dimana 40% Alat Pemadam Api Ringan (APAR) tidak dilengkapi tanda penunjuk, mengalami penurunan tekanan, kadaluwarsa, atau penempatan yang sulit dijangkau. Sementara pada proteksi pasif, ditemukan bahaya instalasi kelistrikan seperti kabel yang rusak akibat hama, penggunaan stop kontak yang tidak standar, dan akses panel listrik yang terhalang barang. Disimpulkan bahwa kepatuhan resto terhadap pemeliharaan fasilitas keselamatan masih rendah, sehingga diperlukan peningkatan pengawasan, pemeliharaan rutin enam bulanan, serta pelatihan tanggap darurat wajib bagi penyewa.
Copyrights © 2026