Jurnal Ragam Pengabdian
Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv

Peran Mediasi Keseimbangan Kehidupan-Kerja dalam Menghubungkan Stres Kerja dan Persepsi Dukungan Organisasi dengan Niat Perawat untuk Bertahan

Nazia Durrotun Aisah (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta)
Abdul Rahman Shaleh (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta)



Article Info

Publish Date
26 Jun 2026

Abstract

Retensi tenaga keperawatan merupakan tantangan strategis dalam pengelolaan sumber daya manusia kesehatan, khususnya di daerah berkembang yang menghadapi keterbatasan fasilitas dan tenaga. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran work-life balance sebagai mediator dalam hubungan antara job stress, perceived organizational support, dan intention to stay pada perawat di Kabupaten Pandeglang. Pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional digunakan dalam penelitian ini. Partisipan berjumlah 200 perawat yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Pandeglang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup skala intention to stay, job stress, perceived organizational support, dan work-life balance. Validitas konstruk diuji melalui Confirmatory Factor Analysis (CFA), dan pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan perangkat lunak Mplus versi 7. Hasil pengujian model menunjukkan kecocokan yang baik dengan data. Analisis pengaruh langsung menunjukkan bahwa job stress berpengaruh negatif dan signifikan terhadap work-life balance dan intention to stay, sedangkan perceived organizational support berpengaruh positif dan signifikan terhadap keduanya. Work-life balance juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to stay. Hasil pengujian pengaruh tidak langsung mengonfirmasi bahwa work-life balance memediasi secara signifikan hubungan antara job stress dan intention to stay (β = −0,260; p < 0,001), serta hubungan antara perceived organizational support dan intention to stay (β = 0,148; p < 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa work-life balance merupakan mekanisme psikologis penting yang menjembatani pengaruh faktor pekerjaan dan dukungan organisasi terhadap keputusan perawat untuk bertahan dalam organisasi. Implikasi praktis dan akademis dari temuan ini dibahas lebih lanjut dalam artikel.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

juragan

Publisher

Subject

Environmental Science Social Sciences Other

Description

Berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, ekonomi, agama, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa ...