Abdul Rahman Shaleh
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Dynamics of Personal Adjustment in Quranic Memorization Students: A Mixed-Methods Analysis of Self-Acceptance, Objective Self-Action, and Self-Confidence in Islamic Boarding Schools M. Agung Rahmadi; Said Agil Husin Al Munawar; Achmad Syahid; Abdul Rahman Shaleh; Helsa Nasution
International Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 4 (2024): Desember : International Journal of Medicine and Health (IJMH)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijmh.v3i4.4362

Abstract

This study examines the dynamics of personal adjustment in Quranic memorization students using a mixed methods approach, combining quantitative field analysis as primary data and meta-analysis as secondary data. The field study involved 515 students from two Indonesian Islamic boarding schools: Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an and Yayasan Islamic Centre Sumatera Utara. The meta-analysis included 30 studies (N = 4,827) from international databases. The quantitative analysis showed a high level of personal adjustment among students (M = 3.66, SD = 0.52), with the highest score on acting objectively according to one's conditions and potential (M = 3.85, SD = 0.48). Regression analysis revealed that self-acceptance significantly predicted overall personal adjustment (β = 0.42, p < .001). The meta-analysis confirmed a positive relationship between self-acceptance and personal adjustment (r = 0.53, 95% CI [0.47, 0.59]). Moderator analysis indicated a stronger effect for female students (r = 0.58) than males (r = 0.49). These findings extend the research of Ahmad et al. (2022) and Rahma (2023) by identifying unique factors influencing personal adjustment of Quranic memorization students, such as memorization intensity (β = 0.31, p < .01) and social support in Quranic boarding schools (β = 0.28, p < .01). Additionally, the integration of primary and secondary data provides a comprehensive understanding of the dynamics of personal adjustment in Quranic memorization students, emphasizing the importance of evidence-based interventions to enhance the psychological well-being of these students.
Peran Mediasi Keseimbangan Kehidupan-Kerja dalam Menghubungkan Stres Kerja dan Persepsi Dukungan Organisasi dengan Niat Perawat untuk Bertahan Nazia Durrotun Aisah; Abdul Rahman Shaleh
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/nqmn3983

Abstract

Retensi tenaga keperawatan merupakan tantangan strategis dalam pengelolaan sumber daya manusia kesehatan, khususnya di daerah berkembang yang menghadapi keterbatasan fasilitas dan tenaga. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran work-life balance sebagai mediator dalam hubungan antara job stress, perceived organizational support, dan intention to stay pada perawat di Kabupaten Pandeglang. Pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional digunakan dalam penelitian ini. Partisipan berjumlah 200 perawat yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Pandeglang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup skala intention to stay, job stress, perceived organizational support, dan work-life balance. Validitas konstruk diuji melalui Confirmatory Factor Analysis (CFA), dan pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan perangkat lunak Mplus versi 7. Hasil pengujian model menunjukkan kecocokan yang baik dengan data. Analisis pengaruh langsung menunjukkan bahwa job stress berpengaruh negatif dan signifikan terhadap work-life balance dan intention to stay, sedangkan perceived organizational support berpengaruh positif dan signifikan terhadap keduanya. Work-life balance juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to stay. Hasil pengujian pengaruh tidak langsung mengonfirmasi bahwa work-life balance memediasi secara signifikan hubungan antara job stress dan intention to stay (β = −0,260; p < 0,001), serta hubungan antara perceived organizational support dan intention to stay (β = 0,148; p < 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa work-life balance merupakan mekanisme psikologis penting yang menjembatani pengaruh faktor pekerjaan dan dukungan organisasi terhadap keputusan perawat untuk bertahan dalam organisasi. Implikasi praktis dan akademis dari temuan ini dibahas lebih lanjut dalam artikel.