Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis: (1) perencanaan supervisi klinis berbasis kolaboratif, (2) pelaksanaan supervisi klinis berbasis kolaboratif, (3) refleksi dan tindak lanjut supervisi klinis, (4) kontribusi supervisi klinis terhadap profesionalisme guru, serta (5) faktor pendukung dan penghambat implementasi supervisi klinis berbasis kolaboratif di MIN 7 Pidie dan MIN 35 Pidie. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multikasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala madrasah, guru, koordinator kurikulum, dan pengawas madrasah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa dengan bantuan perangkat lunak NVivo melalui proses open coding, pembentukan node, kategorisasi tema, framework matrix, dan analisis lintas kasus. Keabsahan data diperoleh melalui ketekunan pengamatan, triangulasi sumber, teknik, dan waktu, member check, serta audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis di kedua madrasah telah mengalami pergeseran orientasi dari pendekatan administratif menuju pembinaan profesional yang bersifat partisipatif. Implementasi supervisi dilaksanakan melalui perencanaan yang melibatkan guru, pelaksanaan observasi berbasis data objektif, komunikasi reflektif, serta refleksi dan tindak lanjut yang berkelanjutan melalui pendampingan dan monitoring. Supervisi klinis berbasis kolaboratif memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa budaya kolaboratif madrasah yang dibangun melalui kepercayaan, komunikasi terbuka, kemitraan profesional, dan komitmen bersama merupakan kondisi pemungkin (enabling condition) yang menentukan keberhasilan implementasi supervisi klinis berbasis kolaboratif. Berdasarkan sintesis hasil penelitian dirumuskan suatu model konseptual supervisi klinis berbasis kolaboratif yang menggambarkan hubungan sistemik antara budaya kolaboratif, pergeseran orientasi supervisi, komunikasi reflektif, refleksi dan tindak lanjut, serta pengembangan profesionalisme guru. Model tersebut memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian administrasi pendidikan, khususnya dalam implementasi supervisi akademik di Madrasah
Copyrights © 2026