Sampah rumah tangga masih menjadi isu utama dalam pengelolaan lingkungan, salah satunya dipicu oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan serta pemanfaatan sampah. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, sekaligus mendorong perbaikan kondisi ekonomi dan sosial melalui penerapan pemanfaatan sampah berbasis pemberdayaan di Desa Baturetno, Kabupaten Bantul. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan pemilahan sampah, pelatihan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot (Black Soldier Fly), pelatihan daur ulang sampah anorganik menjadi produk ecobrick, implementasi program, serta pendampingan keberlanjutan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan kesadaran yang diikuti dengan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah. Selain itu, masyarakat mampu mengolah sampah organik secara mandiri dan menghasilkan maggot yang memiliki nilai ekonomi. Dampak ekonomi yang diperoleh berupa tambahan pendapatan sebesar Rp35.000 per bulan serta penghematan biaya pengelolaan sampah sebesar Rp50.000 per bulan, sehingga total peningkatan ekonomi mencapai Rp85.000 per bulan. Pemanfaatan sampah anorganik melalui ecobrick juga menghasilkan produk bernilai guna yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha kreatif. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan masyarakat mampu meningkatkan kemandirian, kesejahteraan, serta mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026