Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor industri olahan di Kabupaten Bekasi menghadapi tantangan manajerial serius akibat perencanaan keuangan yang belum terstandar, di mana sebagian besar pelaku usaha masih beroperasi secara reaktif tanpa anggaran yang jelas. Situasi ini sering kali menyebabkan ketidakseimbangan antara stok produksi dan permintaan pasar yang berdampak pada efisiensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi mitra dalam pengelolaan keuangan melalui pelatihan penyusunan anggaran penjualan dan produksi menggunakan alat bantu spreadsheet. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, serta pendampingan berkelanjutan untuk memastikan pemahaman yang mendalam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi keuangan yang signifikan, di mana peserta kini mampu menyusun target penjualan berbasis data historis dan merencanakan produksi secara lebih sistematis. Evaluasi program mencatat peningkatan rata-rata nilai pemahaman peserta dari 45 menjadi 83,5, dengan 90% peserta dinyatakan kompeten. Pelatihan ini berhasil memberikan alat kontrol yang efektif bagi UMKM untuk meningkatkan efisiensi biaya dan daya saing usaha. Meskipun demikian, pendampingan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan keberlanjutan penerapan sistem anggaran ini dalam jangka panjang. Penguatan kemampuan manajerial ini krusial untuk mentransformasi UMKM dari pola operasional reaktif menuju perencanaan yang proaktif dan terukur.
Copyrights © 2026