Industri rumah tangga (IRT) di Kabupaten Bekasi, khususnya Hanaila Foods, memegang peranan penting dalam ekonomi lokal, namun masih menghadapi kendala serius dalam manajemen keuangan dan pencatatan biaya produksi yang belum sistematis. Masalah utama yang diidentifikasi adalah pencampuran keuangan pribadi dengan usaha serta penentuan harga jual yang bersifat subjektif tanpa perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang akurat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku IRT melalui penerapan manajemen usaha berbasis data. Metode yang digunakan meliputi lima tahapan: sosialisasi, pelatihan intensif pencatatan biaya, penerapan teknologi melalui Google Sheets, pendampingan, evaluasi melalui pre-test dan post-test, dan strategi keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas mitra yang signifikan sebesar 53,3%, di mana skor evaluasi meningkat dari 26% saat pre-test menjadi 80% pada post-test. Melalui digitalisasi ini, mitra kini mampu menghitung HPP secara akurat, menentukan harga jual yang kompetitif dengan margin yang sehat, serta mengoptimalkan stok bahan baku. Hasil kegiatan mengindikasikan bahwa transformasi dari pengelolaan tradisional ke manajemen berbasis data digital sangat krusial untuk membangun fondasi profesionalisme dan menjamin keberlanjutan usaha UMKM di era digital.
Copyrights © 2026