Perkembangan teknologi menjadikan smartphone sebagai bagian penting dalam kehidupan remaja, namun penggunaan yang berlebihan dapat memicu adiksi smartphone dan berdampak pada kesehatan mental, prestasi akademik, serta interaksi sosial. Salah satu faktor yang berperan dalam mencegah adiksi smartphone adalah self-control. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengurus OSIS mengenai adiksi smartphone dan self-control serta meningkatkan keterampilan mereka dalam menyusun program pencegahan adiksi smartphone berbasis self-control di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi dan project based learning yang melibatkan 20 pengurus OSIS melalui dua kali pertemuan. Pertemuan pertama berupa penyampaian materi, diskusi, brainstorming, dan penyusunan program, sedangkan pertemuan kedua berupa evaluasi tindak lanjut program selama satu minggu. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan, ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata dari 5,71 menjadi 8,07 dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Selain itu, program yang dirancang OSIS, seperti challenge pengendalian penggunaan smartphone dan sosialisasi melalui poster, memberikan dampak positif terhadap kesadaran siswa dalam menggunakan smartphone secara lebih bijak. Meskipun perubahan perilaku belum sepenuhnya konsisten, kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan OSIS melalui psikoedukasi efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja dalam upaya pencegahan adiksi smartphone di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026