Keperawatan komunitas berperan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian utama adalah hipertensi sebagai penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan sering tidak disadari oleh penderita. Kegiatan Praktik Profesi Keperawatan Keluarga dan Komunitas (PPKKK) ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat serta melaksanakan intervensi keperawatan komunitas di RT 31 RW 06 Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang. Metode pelaksanaan diawali dengan pengkajian menggunakan observasi dan wawancara yang dianalisis secara deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki lingkungan fisik yang cukup baik, namun perilaku kesehatan masih kurang optimal, ditandai dengan rendahnya pemeriksaan kesehatan rutin (77,50%), tingginya konsumsi makanan tinggi garam, kebiasaan merokok (72,50%), rendahnya aktivitas fisik, serta kurangnya kebiasaan mencuci tangan. Berdasarkan analisa data, ditemukan tiga diagnosis keperawatan utama yaitu Manajemen Kesehatan Tidak Efektif (D.0116), Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan (D.0112), dan Perilaku Kesehatan Cenderung Berisiko (D.0099). Intervensi dilakukan melalui edukasi kesehatan, skrining tekanan darah, senam hipertensi, promosi PHBS, serta pemberdayaan masyarakat. Hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, kesadaran, serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesehatan, meskipun perubahan perilaku berisiko masih memerlukan intervensi berkelanjutan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendekatan keperawatan komunitas melalui edukasi, skrining, dan pemberdayaan masyarakat efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan, khususnya dalam pencegahan hipertensi, namun perlu penguatan program secara berkelanjutan untuk mencapai perubahan perilaku yang optimal.
Copyrights © 2026