Kemampuan komunikasi asertif merupakan salah satu keterampilan sosial yang berperan penting dalam mendukung kesehatan mental remaja, termasuk santri yang menjalani pendidikan dan kehidupan berasrama di lingkungan pesantren. Hasil identifikasi kebutuhan di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut menunjukkan bahwa sebagian santri kelas I Aliyah masih memiliki keterbatasan dalam memahami konsep komunikasi asertif, menyampaikan pendapat, mengungkapkan perasaan, serta menolak tekanan sosial secara santun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas komunikasi asertif santri sebagai upaya promotif untuk mendukung kesehatan mental. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyampaian materi (psikoedukasi), diskusi interaktif, simulasi (role play), pendampingan, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest yang didukung dengan observasi selama kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep komunikasi asertif serta berkembangnya keterampilan dalam menyampaikan pendapat, mengungkapkan perasaan, menolak permintaan secara santun, dan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Partisipasi aktif peserta selama pelatihan juga menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal. Peningkatan kapasitas komunikasi asertif memberikan implikasi positif terhadap kepercayaan diri, kemampuan mengelola emosi, dan kualitas hubungan interpersonal yang merupakan faktor pendukung kesehatan mental santri. Program ini menunjukkan bahwa pelatihan komunikasi asertif berpotensi menjadi salah satu strategi pembinaan karakter dan promosi kesehatan mental yang dapat diintegrasikan secara berkelanjutan dalam program pembinaan santri di lingkungan pesantren.
Copyrights © 2026