Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KONSEP DIRI MAHASISWA UNIVERSITAS PASUNDAN DALAM KONTEKS KOMUNIKASI ANTARBUDAYA Rahmi Aini; Teuku Yuliansyah; Aura Angelisa; Feni Oktami Putri
Linimasa : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

University development and competition, both public and private, to be the best is now required. Each of these institutions, whether a university, institute, or high school, is required to be able to win interest and trust from the public, so it must pay attention and maintain good quality for its users. Organizational culture has an important role in an organization. Pasundan University implements three pillars in its organizational culture, namely "Nyunda, Nyantri, and Nyakola." Pasundan University, especially in the Communication Science Study Program, has various kinds of students from various regions who have their own cultures and habits. Cultural diversity is both a potential and a puzzle that always necessitates problem solving. Any uniqueness or something that implies the peculiarity of an area is basically wealth. The conception of a multicultural Indonesia is not only at the physical level but also at the level of consciousness. Indonesia, as an archipelagic country that has various cultures and customs, has as its motto "Bhineka Tunggal Ika," which means different but still one.
PENINGKATAN KAPASITAS KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MENCIPTAKAN SALING PENGERTIAN PADA MAJELIS TAKLIM DI KECAMATAN JALANCAGAK KABUPATEN SUBANG Yanti Susila Tresnawati; Rahmi Aini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.18044

Abstract

Majelis Taklim merupakan salah satu kegiatan ibu ibu yang berada di Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang memiliki potensi untuk dikembangkan, akan tetapi masih dihadapkan pada permasalahan prioritas meliputi : 1) Belum mampu melakukan Komunikasi Interpersonal. 2) Belum mampu melakukan Komunikasi Efektif. 3) Belum mampu melakukan Komunikasi Verbal dan Non Verbal1) Solusi yang ditetapkan sebagai berikut : 1) Peningkatan dalam melakukan Komunikasi Interpersonal 2) Peningkatan dalam melakukan Komunikasi yang Efektif.3) Peningkatan Komunikasi Verbal dan Non Verbal. Metode pendekatan yang digunakan untuk mencapai Target Luasan Solusi, yaitu; Pelatihan dan Simulasi. Selain itu ditetapkan Langkah – Langkah solusi untuk mencapai target solusi yang ditetapkan, Tim Pengusul terdiri dari 2 kepakaran dan melibatkan dua mahasiswa, Hasil yang yang capai peningkatan Keberdayaan Mitra : Meningkatkanya Pengetahuan dan Skil Mitra dalam Komunikasi Interpersonal, Meningkatnya Pengetahuan Mitra mengenai komunikasi Efektif. Pengetahuan Mitra Bertambah dalam skill komunikasi verbal dan nonverbal . Sedangkan luaran wajib (Akademik): Draft artikel ilmiah. artikel pada media massa Online meliputi :https://jurnalsoreang.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-1016358906/majelis-taklim-juga-butuh-pelatihan-komunikatif-ini-yang-dilakukan-dosen-dan-mahasiswa-fisip-unpas. Serta Vidio Kegiatan PKM di https://youtu.be/uTNFeqLERSc
Disharmoni Komunikasi dalam Relasi Keluarga: Analisis Faktor Komunikatif terhadap Munculnya Kekerasan dalam Rumah Tangga di Indonesia Rahmi Aini; Jenny Ratna Suminar
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol5iss1pp103-118

Abstract

Fenomena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Indonesia masih menjadi persoalan sosial yang kompleks dan terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Catatan Tahunan Komnas Perempuan (2025) mencatat 450.305 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2024, meningkat hampir 10% dibanding tahun sebelumnya, dengan lebih dari 70% terjadi dalam relasi personal seperti suami–istri. Laporan SIMFONI PPA (2025) juga menunjukkan 2.367 kasus KDRT pada triwulan pertama 2025. Kondisi ini menegaskan bahwa keluarga, yang idealnya menjadi ruang aman dan suportif, sering kali berubah menjadi arena konflik akibat pola komunikasi yang tidak sehat. Artikel ini bertujuan mengkaji secara konseptual bagaimana disharmoni komunikasi keluarga memicu dan memperkuat terjadinya KDRT. Penelitian menggunakan pendekatan studi pustaka integratif dengan menggabungkan sumber dari jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi, buku teori komunikasi keluarga, serta laporan lembaga resmi periode 2015–2025. Analisis didasarkan pada Family Communication Patterns Theory, Interactional View Theory, dan Gender Communication Theory. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi otoriter, satu arah, serta rendahnya empati dan keterbukaan emosional menjadi pemicu utama kekerasan verbal, psikologis, dan fisik. Sebaliknya, komunikasi yang asertif, empatik, dan dialogis mampu memperkuat resiliensi relasional dan mencegah eskalasi konflik. Secara teoretis, artikel ini menegaskan komunikasi keluarga sebagai arena pembentukan makna dan keseimbangan relasi, sementara secara praktis menekankan pentingnya literasi komunikasi, pelatihan komunikasi asertif, dan edukasi kesetaraan peran sebagai strategi preventif KDRT di Indonesia.
Strategi Komunikasi Persuasif Media Instagram @galleraj.id dalam Mempromosikan Produk Kampung Wisata Rajut di Kota Bandung Rahmi Aini; Trias Pyrenia Iskandar
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp175-185

Abstract

Transformasi digital telah menjadi katalis utama dalam promosi produk komunitas lokal. Namun, sebagian besar pelaku UMKM berbasis komunitas masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan strategi komunikasi yang terstruktur, strategis, dan merepresentasikan nilai budaya. Kampung Wisata Rajut Binong Jati di Kota Bandung merupakan salah satu contoh komunitas yang aktif memanfaatkan media sosial, khususnya Instagram, untuk mempromosikan produk lokal. Hal ini menjadi penting untuk diteliti karena menunjukkan praktik komunikasi digital berbasis nilai dan partisipasi komunitas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi persuasif akun Instagram @galleraj.id dalam mempromosikan produk komunitas dengan menggunakan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) sebagai kerangka analisis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi konten digital, wawancara mendalam dengan pengelola akun dan pelaku komunitas, serta dokumentasi unggahan sepanjang Januari hingga Desember 2024. Analisis dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, serta validitas dijaga melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @galleraj.id secara konsisten menerapkan strategi komunikasi berbasis model AIDA melalui konten visual yang estetis, narasi komunitas yang kuat, dan ajakan tindakan yang eksplisit. Strategi ini mampu membangun keterlibatan emosional, loyalitas konsumen, dan mendorong tindakan nyata seperti pembelian serta partisipasi sosial. Temuan ini memperkuat relevansi model AIDA dalam konteks komunikasi digital komunitas, serta memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi promosi berbasis budaya lokal.
PENINGKATAN KAPASITAS KOMUNIKASI ASERTIF UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN MENTAL SANTRI KELAS 1 ALIYAH PONDOK PESANTREN DARUL ARQAM MUHAMMADIYAH GARUT Rahmi Aini; Trias Pyrenia Iskandar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.60950

Abstract

Kemampuan komunikasi asertif merupakan salah satu keterampilan sosial yang berperan penting dalam mendukung kesehatan mental remaja, termasuk santri yang menjalani pendidikan dan kehidupan berasrama di lingkungan pesantren. Hasil identifikasi kebutuhan di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut menunjukkan bahwa sebagian santri kelas I Aliyah masih memiliki keterbatasan dalam memahami konsep komunikasi asertif, menyampaikan pendapat, mengungkapkan perasaan, serta menolak tekanan sosial secara santun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas komunikasi asertif santri sebagai upaya promotif untuk mendukung kesehatan mental. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyampaian materi (psikoedukasi), diskusi interaktif, simulasi (role play), pendampingan, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest yang didukung dengan observasi selama kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep komunikasi asertif serta berkembangnya keterampilan dalam menyampaikan pendapat, mengungkapkan perasaan, menolak permintaan secara santun, dan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Partisipasi aktif peserta selama pelatihan juga menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal. Peningkatan kapasitas komunikasi asertif memberikan implikasi positif terhadap kepercayaan diri, kemampuan mengelola emosi, dan kualitas hubungan interpersonal yang merupakan faktor pendukung kesehatan mental santri. Program ini menunjukkan bahwa pelatihan komunikasi asertif berpotensi menjadi salah satu strategi pembinaan karakter dan promosi kesehatan mental yang dapat diintegrasikan secara berkelanjutan dalam program pembinaan santri di lingkungan pesantren.