Rendahnya keterhubungan keterampilan vokasional pemuda disabilitas dengan pasar pariwisata dan terbatasnya informasi serta sarana pemasaran yang aksesibel menjadi persoalan di Desa Wisata Budaya Lubok Sukon. Program pengabdian ini bertujuan membangun ekosistem pariwisata inklusif dengan memberdayakan pemuda tunarungu SLB B YPAC Banda Aceh sebagai pelaku wirausaha kreatif dalam rantai nilai wisata desa. Program menerapkan Collaborative and Inclusive Participatory Action Research (CIPAR) melalui empat tahap: identifikasi kebutuhan dan audit aksesibilitas, pendampingan desain serta kewirausahaan, pengembangan luaran aplikatif, dan evaluasi reflektif bersama mitra. Data proses dihimpun melalui observasi, dokumentasi kegiatan, diskusi mitra, dan pencatatan luaran. Hasil menunjukkan terbentuknya unit bisnis sosial dengan kapasitas produksi awal 50–100 unit suvenir premium per bulan; tersusunnya peta wisata berbasis ArcGIS; tersedianya rancangan dan ruang promosi inklusif “Inclusion Corner”; serta pengembangan kemasan UMKM kuliner dengan QR Code storytelling. Perubahan utama terletak pada pergeseran produk vokasional yang sebelumnya belum terhubung dengan kanal pasar menjadi produk bertema Lubok Sukon yang memiliki ruang promosi, narasi produk, dan mekanisme pembayaran digital. CIPAR berperan sebagai kerangka kolaboratif untuk menyelaraskan keputusan desain, kebutuhan komunikasi pemuda tunarungu, dan kebutuhan Pokdarwis. Program ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas saja belum memadai; keberlanjutan pemberdayaan memerlukan integrasi kapasitas produksi, akses pasar, informasi destinasi, dan tata kelola bersama.
Copyrights © 2026