Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMODELAN MIKRO DINDING BATA TERKEKANG MENGGUNAKAN APLIKASI ANSYS 2021 R2 Mina Shafira; Nora Abdullah; mahlil mahlil
Journal of The Civil Engineering Student Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 September 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v4i2.20819

Abstract

Struktur dinding dalam bangunan rumah, biasanya menggunakan bata sebagai material, berfungsi sebagai penahan beban gempa yang bekerja searah bidang (in-plane). Hal ini mengharuskan konstruksi dilengkapi dengan elemen horizontal (tie-beams) dan elemen vertikal (tie-columns). Elemen penguat dikerjakan setelah pemasangan bata selesai. Sehingga struktur dinding tersebut dianggap sebagai dinding bata terkekang, ataupun Confined Masonry Wall (CMW). Penelitian ini menggunakan metode pemodelan dengan pendekatan mikro model sederhana, ataupun Simplified Micro Modeling (SMM) dan makro model dengan bantuan aplikasi ANSYS 2021 R2. Pemodelan dilakukan sebanyak 2 variasi portal beton bertulang, 2 variasi CMW SMM, dan 2 variasi CMW makro model. Hasil yang diperoleh menunjukkan kurva pushover portal beton bertulang dapat mencapai konvergensi namun model yang menggunakan elemen beton CPT215 lebih baik daripada SOLID185 yang hanya menggambarkan kurva elastik. CMW SMM yang menggunakan link sebagai modifikasi mortar menunjukkan hasil konvergen, namun kurva pushover yang dihasilkan hanya menggambarkan elastik dan dinding bata terlepas dari portal. Pemodelan makro model menunjukkan hasil yang konvergen dengan kurva pushover yang inelastik, namun terjadi torsi pada pemodelan yang tidak menggunakan boundary condition.
Pendampingan Teknis Persiapan Dokumen Usulan Pembangunan Pagar Rumah Sewa di Gampong Meunasah Tutong Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar Ruhdi Faisal; Fitrika Mita Suryani; Nora Abdullah; Cut Mutiawati; Luthfi Chaliqi Taufiq
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 3, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v3i1.41416

Abstract

Gampong Meunasah Tutong is one of the villages in Ingin Jaya District, Aceh Besar Regency. Currently, the central government has a village fund program that is prioritized to finance development and community empowerment to improve community welfare. In 2023, Gampong Meunasah Tutong plans to build houses and fences for rental houses on land that is a Gampong asset. The house is expected to become a profitable asset for the Gampong in the future. The scope of activities carried out includes technical work such as preliminary surveys and land area measurements, house and fence designs, calculations of work volumes and calculations of cost requirements. At the end of this activity, it is expected to produce supporting documents for the Budget Estimate Plan (RAB) proposal to be submitted to the relevant agencies as a requirement for disbursement of funds. The process of preparing this RAB also involves the village assistance team as examiners of the conformity of the proposed budget with the required standards.
PEMBERDAYAAN PEMUDA DISABILITAS MELALUI KEWIRAUSAHAAN SOSIAL MENUJU PARIWISATA INKLUSIF LUBOK SUKON Irin Caisarina; Hilda Mufiaty; Zulfikar Taqiuddin; Nora Abdullah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61080

Abstract

Rendahnya keterhubungan keterampilan vokasional pemuda disabilitas dengan pasar pariwisata dan terbatasnya informasi serta sarana pemasaran yang aksesibel menjadi persoalan di Desa Wisata Budaya Lubok Sukon. Program pengabdian ini bertujuan membangun ekosistem pariwisata inklusif dengan memberdayakan pemuda tunarungu SLB B YPAC Banda Aceh sebagai pelaku wirausaha kreatif dalam rantai nilai wisata desa. Program menerapkan Collaborative and Inclusive Participatory Action Research (CIPAR) melalui empat tahap: identifikasi kebutuhan dan audit aksesibilitas, pendampingan desain serta kewirausahaan, pengembangan luaran aplikatif, dan evaluasi reflektif bersama mitra. Data proses dihimpun melalui observasi, dokumentasi kegiatan, diskusi mitra, dan pencatatan luaran. Hasil menunjukkan terbentuknya unit bisnis sosial dengan kapasitas produksi awal 50–100 unit suvenir premium per bulan; tersusunnya peta wisata berbasis ArcGIS; tersedianya rancangan dan ruang promosi inklusif “Inclusion Corner”; serta pengembangan kemasan UMKM kuliner dengan QR Code storytelling. Perubahan utama terletak pada pergeseran produk vokasional yang sebelumnya belum terhubung dengan kanal pasar menjadi produk bertema Lubok Sukon yang memiliki ruang promosi, narasi produk, dan mekanisme pembayaran digital. CIPAR berperan sebagai kerangka kolaboratif untuk menyelaraskan keputusan desain, kebutuhan komunikasi pemuda tunarungu, dan kebutuhan Pokdarwis. Program ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas saja belum memadai; keberlanjutan pemberdayaan memerlukan integrasi kapasitas produksi, akses pasar, informasi destinasi, dan tata kelola bersama.