Desa Garoga di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, merupakan wilayah yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Aek Garoga dan berulang kali mengalami banjir bandang. Bencana pada akhir November 2025 mengakibatkan kerusakan pada sebagian besar rumah warga dan menunjukkan belum tersedianya sistem pemantauan waktu nyata serta pemetaan daerah rawan banjir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan integrasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Internet of Things (IoT) untuk mendukung mitigasi dan peringatan dini banjir. Metode yang dilakukan meliputi pemasangan sensor ketinggian muka air ultrasonik dan sensor curah hujan pada bagian hulu, tengah, dan hilir sungai yang terhubung dengan mikrokontroler dan platform WebGIS. Data yang diperoleh diintegrasikan dengan parameter kemiringan lereng, tata guna lahan, curah hujan, dan jarak terhadap sungai untuk menghasilkan peta zona rawan serta mengirimkan notifikasi otomatis melalui Telegram dan sirine desa ketika ambang batas tercapai. Hasil kegiatan menunjukkan sistem mampu mendeteksi peningkatan muka air dan menyebarkan peringatan lebih cepat dibandingkan metode manual, sehingga mendukung kesiapsiagaan masyarakat dan perencanaan mitigasi banjir di Desa Garoga.
Copyrights © 2026