Nyeri pascaoperasi merupakan masalah yang sering dialami pasien setelah tindakan pembedahan dan dapat menghambat mobilitas serta proses pemulihan. Mobilisasi dini dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis pendamping untuk membantu menurunkan nyeri pada pasien pascaoperasi dengan anestesi spinal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan mobilisasi dini dan mengevaluasi perubahan tingkat nyeri pasien pascaoperasi di RS Jatiwinangun. Kegiatan dilaksanakan pada September 2025 dengan melibatkan 30 pasien berusia 15–60 tahun yang mengalami nyeri enam jam setelah operasi dengan anestesi spinal. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale sebelum dan setelah mobilisasi dini selama 15 menit, berupa relaksasi napas dalam serta gerakan tangan, jari, dan kaki di tempat tidur. Sebelum intervensi, sebanyak 80,0% peserta mengalami nyeri sedang dan 20,0% mengalami nyeri berat. Setelah intervensi, sebanyak 86,7% peserta mengalami nyeri ringan, 13,3% mengalami nyeri sedang, dan tidak ditemukan nyeri berat. Rerata kategori nyeri menurun dari 2,20 menjadi 1,13 dengan selisih 1,03, sedangkan median menurun dari 2,00 menjadi 1,00. Mobilisasi dini dapat membantu menurunkan tingkat nyeri serta dapat diterapkan sebagai intervensi pendamping dalam manajemen nyeri pascaoperasi dengan anestesi spinal.
Copyrights © 2026