Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip transparansi produksi dalam membangun kepercayaan konsumen pada UMKM Cita Rasa Bengkulu berdasarkan perspektif ekonomi syariah. Transparansi produksi merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan bisnis yang mampu meningkatkan keyakinan konsumen terhadap kualitas, keamanan, dan kehalalan produk yang ditawarkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi produksi yang diterapkan melalui keterbukaan informasi bahan baku, proses produksi, kebersihan lingkungan kerja, serta informasi kehalalan produk mampu meningkatkan kepercayaan konsumen. Dalam perspektif ekonomi syariah, transparansi merupakan implementasi prinsip shiddiq, amanah, dan keadilan yang menjadi dasar dalam aktivitas bisnis Islam. Kepercayaan konsumen yang terbentuk melalui transparansi berdampak pada loyalitas pelanggan, peningkatan citra usaha, serta keberlanjutan bisnis UMKM. Penelitian ini merekomendasikan agar UMKM Cita Rasa Bengkulu terus meningkatkan keterbukaan informasi produksi sebagai bentuk implementasi etika bisnis Islam dan strategi peningkatan daya saing usaha. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa transparansi, kejujuran, dan penerapan prinsip syariah berkontribusi positif terhadap kepercayaan konsumen. Abstract This study aims to analyze the implementation of production transparency principles in building consumer trust at UMKM Cita Rasa Bengkulu from the perspective of Islamic economics. Production transparency is an important aspect of business activities because it provides clear information regarding raw materials, production processes, product quality, cleanliness, and halal assurance. This research employed a qualitative method with a case study approach. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature studies. The findings indicate that UMKM Cita Rasa Bengkulu has implemented production transparency through the disclosure of raw material information, hygienic production processes, clear product labeling, and halal-related information. These practices positively influence consumer trust by reducing uncertainty and increasing confidence in the products offered. From the perspective of Islamic economics, production transparency reflects the values of shiddiq (honesty), amanah (trustworthiness), and ‘adl (justice), while also preventing elements of gharar (uncertainty) in business transactions. The implementation of transparency not only strengthens consumer trust and loyalty but also enhances business competitiveness and sustainability. Therefore, transparency serves as an important strategy in developing consumer-oriented and sharia-compliant business practices among UMKM. Keywords: Producton Transparency, Consumer Trust, Islamic Economics, UMKM, Halal Products.
Copyrights © 2026