Penilaian kelayakan kredit anggota koperasi merupakan proses penting untuk mengurangi risiko kredit bermasalah (Non-Performing Loan). Pada Koperasi Merah Putih Desa Kabasiran, proses evaluasi kredit masih dilakukan secara konvensional sehingga membutuhkan waktu lama, berpotensi menimbulkan subjektivitas, dan rentan terhadap kesalahan dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk mengoptimalkan proses penilaian kelayakan kredit anggota koperasi. Sistem dirancang menggunakan metode [nama metode] dengan menerapkan lima kriteria utama dalam prinsip 5C, yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu membantu proses pengolahan data calon peminjam secara lebih objektif, cepat, dan akurat. Implementasi SPK diharapkan dapat mendukung manajemen koperasi dalam menentukan keputusan penyaluran kredit yang tepat, mengurangi risiko kesalahan penilaian, serta meningkatkan efisiensi operasional.
Copyrights © 2026