Kesenjangan akses terhadap media pembelajaran yang variatif dan interaktif masih menjadi isu krusial bagi anak-anak di kawasan pedesaan. Dominasi pendekatan pembelajaran konvensional yang berpusat pada materi tekstual sering kali memicu kejenuhan, menurunkan fokus, serta membatasi eksplorasi potensi anak secara optimal. Artikel pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memaparkan dampak penerapan strategi diversifikasi media pembelajaran multidimensi yang mengintegrasikan lima pilar utama: literasi visual, kepedulian lingkungan (ekologi), teknologi digital interaktif, literasi internet sehat, dan bimbingan bahasa asing. Dengan mengadopsi pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), program ini memberdayakan anak-anak usia sekolah dasar di Desa Batang Hari. Hasil implementasi menunjukkan transformasi positif yang signifikan, meliputi peningkatan antusiasme dan durasi fokus belajar, pemahaman mendalam tentang daur ulang limbah plastik, kecakapan bernavigasi secara aman di dunia digital, serta tumbuhnya rasa percaya diri dalam menguasai kosakata dasar bahasa Inggris. Diversifikasi media terbukti tidak hanya memecah kebosanan belajar, tetapi juga efektif membangun ekosistem pendidikan pedesaan yang inklusif, holistik, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026