Kabupaten Kubu Raya mengalami defisit beras yang meningkat tajam mencapai -43.446 ton pada tahun 2023. Salah satu strategi krusial untuk menekan defisit tersebut adalah melalui reduksi kehilangan pangan (food loss). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kehilangan pangan komoditas beras pada tahap penggilingan, pengemasan, dan penyimpanan di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif terhadap 37 responden pelaku usaha penggilingan, dengan analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kehilangan kuantitas tertinggi terjadi pada tahap penggilingan sebesar 37,9 kg/hari, disusul tahap penyimpanan (1,70 kg), dan kehilangan signifikan pada tahap pengemasan. Secara kualitas, penurunan mutu (butir patah dan warna) hanya terjadi pada tahap penggilingan dengan rata-rata penurunan kualitas sebesar 2,99%. Hasil uji Chi-Square mengonfirmasi bahwa kondisi gabah, derajat kematangan, serta tipe/konfigurasi mesin memiliki hubungan signifikan (p < 0,05) terhadap kehilangan kuantitas dan kualitas. Faktor lama penyimpanan juga terbukti secara signifikan memengaruhi kehilangan massa beras. Penelitian ini merekomendasikan perlunya modernisasi teknologi penggilingan dan perbaikan manajemen pascapanen untuk memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kubu Raya.
Copyrights © 2026