Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif implementasi kepemimpinan berbasis Tri Hita Karana (THK) dalam mentransformasi sekolah dasar menuju sistem pendidikan yang holistik dan berkelanjutan serta merumuskan model konseptual kepemimpinan yang relevan dengan konteks pendidikan dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian literatur (library research) melalui analisis terhadap berbagai artikel ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan yang berkaitan dengan kepemimpinan pendidikan, kearifan lokal, dan transformasi sekolah dasar. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui tahapan reduksi data, pengelompokan tematik, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil sintesis menunjukkan bahwa implementasi nilai Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan mampu menggeser paradigma kepemimpinan sekolah dari pendekatan administratif menuju kepemimpinan transformasional berbasis nilai yang berkontribusi terhadap penguatan budaya organisasi sekolah, peningkatan profesionalisme guru, pembentukan karakter peserta didik, peningkatan kesadaran lingkungan, serta terciptanya iklim sekolah yang harmonis. Penelitian ini menghasilkan Model Konseptual Kepemimpinan Transformasional Berbasis Tri Hita Karana yang terdiri atas lima komponen, yaitu input, process, mediating process, output, dan outcome. Model tersebut menjelaskan bahwa transformasi menuju Sustainable Elementary Schooldicapai melalui proses kepemimpinan transformasional yang diperkuat oleh budaya organisasi sekolah, profesionalisme guru, iklim kolaboratif, dan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sebagai mekanisme transformasi organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal dengan teori kepemimpinan transformasional dan sustainable leadership memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan model kepemimpinan pendidikan yang adaptif terhadap perubahan tanpa mengabaikan identitas budaya.
Copyrights © 2026