Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar memiliki peran penting dalam mengembangkan literasi, kemampuan berkomunikasi, dan karakter siswa. Perkembangan era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, sehingga diperlukan pemahaman yang komprehensif mengenai integrasi aspek kebahasaan, keterampilan berbahasa, dan sastra anak. Namun, kajian yang membahas ketiga aspek tersebut secara terpadu dalam konteks era digital masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep dasar pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar, mengkaji tujuan dan fungsinya dalam pengembangan literasi dan karakter, mendeskripsikan cakupan materi secara integratif, serta memberikan refleksi kritis terhadap implementasinya pada era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode kajian literatur. Sumber data diperoleh dari dokumen kebijakan kurikulum, buku teks resmi, dan artikel ilmiah yang relevan terbit pada tahun 2019–2024. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar merupakan sistem yang integratif yang menghubungkan aspek kebahasaan, keterampilan berbahasa, dan sastra anak dalam pengembangan literasi, karakter, identitas kultural, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Keterampilan berbahasa bersifat saling mendukung dan membentuk kompetensi komunikasi yang utuh. Sastra anak berperan dalam mengembangkan imajinasi, empati, apresiasi budaya, dan nilai-nilai karakter. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital mampu meningkatkan motivasi literasi siswa, meskipun menghadirkan tantangan terkait literasi kritis dan etika berbahasa digital. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Indonesia perlu dirancang secara holistik, berbasis teks, dan responsif terhadap perkembangan literasi digital abad ke-21.
Copyrights © 2026