Keterampilan berbicara siswa sekolah dasar masih menjadi permasalahan akibat keterbatasan kosakata dan kesulitan menyusun kalimat lisan secara runtut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan keterampilan berbicara siswa kelas IV SD yang diajar menggunakan model pembelajaran Role Playing dan Show and Tell, serta (2) model yang lebih efektif di antara keduanya. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan desain posttest only control design yang melibatkan 80 siswa kelas IV dari empat sekolah dasar di Gugus Soetomo, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes keterampilan berbicara dan dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, serta Independent Sample T-Test menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok. Model Show and Tell lebih efektif dibandingkan Role Playing, dengan rata-rata nilai posttest sebesar 84,35 pada kelompok eksperimen dan 79,88 pada kelompok kontrol. Keunggulan model Show and Tell terletak pada kemampuannya melatih keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan mengorganisasi gagasan secara lisan. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas cakupan sampel pada jenjang kelas dan wilayah yang lebih beragam serta mengendalikan kemampuan awal siswa untuk memperkuat temuan ini.
Copyrights © 2026