Model Hexa Helix yang melibatkan akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, media, dan lembaga keuangan menjadi pendekatan yang relevan, namun belum seluruh unsurnya berperan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Hexa Helix, mengidentifikasi unsur yang belum berperan, serta merumuskan Upaya optimalisasi peran dalam pengembangan UMKM Alphafood dan ACC Frozen Mart di Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan unsur Hexa Helix belum optimal, di mana pada UMKM Alphafood sebagian besar unsur telah berperan kecuali lembaga keuangan sedangkan pada ACC Frozen Mart hanya beberapa unsur yang terlibat. Ketidakterlibatan ini disebabkan oleh keterbatasan akses, kurangnya inisiatif kolaborasi, dan minimnya pemanfaatan jaringan pendukung. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kolaborasi dan kesadaran antar unsur untuk mengoptimalkan proses dalam mendorong pengembangan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026