Penelitian ini bertujuan mengkaji proses internalisasi nilai-nilai keagamaan dalam membentuk identitas diri anak berkebutuhan khusus (ABK) usia 7 tahun. Studi dilakukan di SLB BC YPNI Pameungpeuk dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa nilai keagamaan seperti pengenalan Allah melalui Asmaul Husna, pembiasaan doa harian, praktik salat berjamaah, dan penguatan perilaku Islami berkontribusi terhadap pembentukan konsep diri positif, kepercayaan diri, dan moral anak. Proses internalisasi dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, penguatan positif, dan penggunaan media visual. Hasil penelitian selaras dengan teori perkembangan moral Kohlberg, psikososial Erikson, kognitif Piaget, konsep fitrah Al-Ghazali, dan status identitas Marcia. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pendidikan agama adaptif di SLB.
Copyrights © 2026