Puncak keemasan pendidikan Islam terjadi pada era Kekhalifahan Abbasiyah melalui kerangka kelembagaan sistematis dan perpaduan ilmu transenden dan rasional. Namun, warisan pemikiran ini belum diimplementasikan secara maksimal dalam konteks pendidikan Islam modern di Indonesia. Kajian ini menganalisis dinamika pendidikan masa Abbasiyah serta mengkaji relevansinya bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Dengan metode kualitatif melalui studi kepustakaan berpendekatan historis-komparatif, penelitian mengungkap bahwa sistem pendidikan Abbasiyah yang meliputi kuttab, masjid, Baitul Hikmah, dan madrasah memiliki keterkaitan erat dengan pendidikan modern dalam tiga aspek: paradigma integratif keilmuan selaras dengan perubahan IAIN menjadi UIN, metode halaqah yang sejalan dengan pendekatan aktif Kurikulum Merdeka, serta pola kelembagaan madrasah yang meneruskan ciri Madrasah Nizhamiyah. Disimpulkan bahwa prinsip dasar pendidikan Abbasiyah perlu diadopsi secara kritis sebagai rujukan reformasi pendidikan Islam abad ke-21.
Copyrights © 2026