Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

SEJARAH ISLAM DI NUSANTARA : TELAAH TEORI MASUKNYA, PROSES PENYEBARAN DAN NILAI KONTEKSTUAL M Farel; Nurzena
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48057

Abstract

This study discusses the history of Islam in the Indonesian archipelago, including the theories of its arrival, the process of its spread, and the contextual values that developed in society. This research used a qualitative method with a historical approach through library research. The results show that the arrival of Islam in the archipelago is explained through three main theories, namely the Gujarat, Arab, and Persian theories. The spread of Islam occurred peacefully through trade, marriage, education, Sufism, and political power. In addition, Islam in the archipelago developed values such as tolerance, cultural acculturation, and peaceful dakwah. These values shaped the distinctive and moderate character of Islam in the region.
Kontribusi Islam Terhadap Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Imperialisme Berat Terhadap Dunia Islam Naila Fazila; Nurzena
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.6168

Abstract

Islamic civilization is one of the civilizations that made a significant contribution to the development of world science, especially during the golden age of Islam. This study aims to analyze the contribution of Islamic civilization in the development of various scientific disciplines and examine the impact of Western imperialism on the decline of the Islamic world. This study uses a qualitative method with a library research approach. Primary data were obtained from major works discussing the history and development of Islamic civilization, while secondary data were obtained from books, scientific journal articles, proceedings, and relevant previous research results, including the works of Philip K. Hitti, Seyyed Hossein Nasr, Marshall G. S. Hodgson, Jonathan M. Bloom, Sheila S. Blair, as well as various academic publications on the history of Islamic science and Western colonialism. Data were analyzed using content analysis techniques through a process of identification, classification, and interpretation of information according to the research focus. The results show that Islamic civilization contributed significantly to the fields of medicine, mathematics, astronomy, philosophy, and technology, and played a role as a bridge for the transmission of science to the Western world. In addition, Western imperialism had an impact on weakening the political, economic, social and scientific traditions of Islam, which influenced the decline of Islamic civilization in the modern era.
Dinamika Pendidikan Islam Pada Masa Abbasiyah Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Modern Sofia Nurjanah; Nurzena; Nurbaiti
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.846

Abstract

Puncak keemasan pendidikan Islam terjadi pada era Kekhalifahan Abbasiyah melalui kerangka kelembagaan sistematis dan perpaduan ilmu transenden dan rasional. Namun, warisan pemikiran ini belum diimplementasikan secara maksimal dalam konteks pendidikan Islam modern di Indonesia. Kajian ini menganalisis dinamika pendidikan masa Abbasiyah serta mengkaji relevansinya bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Dengan metode kualitatif melalui studi kepustakaan berpendekatan historis-komparatif, penelitian mengungkap bahwa sistem pendidikan Abbasiyah yang meliputi kuttab, masjid, Baitul Hikmah, dan madrasah memiliki keterkaitan erat dengan pendidikan modern dalam tiga aspek: paradigma integratif keilmuan selaras dengan perubahan IAIN menjadi UIN, metode halaqah yang sejalan dengan pendekatan aktif Kurikulum Merdeka, serta pola kelembagaan madrasah yang meneruskan ciri Madrasah Nizhamiyah. Disimpulkan bahwa prinsip dasar pendidikan Abbasiyah perlu diadopsi secara kritis sebagai rujukan reformasi pendidikan Islam abad ke-21.
Pelaksanaan Dakwah Rasulullah Saw Di Mekkah Lara Kasmi; Nurzena; Mutia Silvia
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.848

Abstract

Dakwah Rasulullah SAW saat di Makah adalah titik awal dalam melakukan meluaskan Islam dimana berperan penting dalam membangun fondasi keimanan umat, terutama dalam akidah dan akhlak. Pada masa tersbeut, masyarakat Mekkah berada dalam kesesatan yang nyata, dimana dapat dilihat dari penyembahan berhala, terjadinya penindasan, ketiakadilan, serta minimnya nilai-nilai moral. Itu adalah tantangan yang untuk menyebarkan ajaran Islam. Rasulullah Shallallahu SAW menyampaikan dakwah bukanlah secara langsung, namun bertahap-tahap. Pertama dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi kepada keluarga dan sahabat terdekat beliau, kemudian barulah kepada masyarakat-masyarakat luas setelah adanya perintah dari Allah agar dakwah disampaikan secara tebuka menggunakan berbagai cara. Selama proses dakwah, Rasulullah SAW harus berhadapan dengan berbagai rintangan Namun beliau hadapi semua itu dengan ikhlas serta sabar.
Interaksi Agama Dan Budaya Dalam Perkembangan Peradaban Islam Mutia Silvia; Nurzena; Lara Kasmi
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.857

Abstract

Interaksi antara agama dan budaya menjadi salah satu unsur kunci dalam perkembangan peradaban Islam sepanjang sejarah. Islam sebagai ajaran yang bersifat universal tidak hadir dalam kondisi yang terpisah, melainkan senantiasa berhubungan dengan berbagai tradisi dan kebudayaan lokal di setiap daerah penyebarannya. Proses interaksi ini menghasilkan dinamika yang beragam, seperti akulturasi, asimilasi, dan adaptasi antara nilai-nilai Islam dengan budaya setempat tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam. Dalam kerangka tersebut, peradaban Islam tumbuh secara dinamis dan beraneka ragam, yang terlihat dalam aspek sosial, pendidikan, seni, politik, hingga ekonomi. Hubungan antara agama dan budaya tidak hanya memperkaya corak peradaban, tetapi juga berperan sebagai sarana efektif dalam penyebaran Islam yang damai dan inklusif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran interaksi agama dan budaya dalam membentuk karakter serta perkembangan peradaban Islam di berbagai wilayah dan periode sejarah.
Kontribusi Peradaban Islam Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan di Eropa Nurbaiti; Nurzena; Sofia Nurjannah
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.876

Abstract

Peradaban Islam pernah menempati posisi sentral dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dunia, terutama pada periode abad pertengahan ketika Eropa sedang mengalami kemandegan intelektual yang berkepanjangan. Melalui berbagai lembaga keilmuan seperti madrasah, perpustakaan besar, dan pusat penerjemahan, dunia Islam berhasil mengembangkan dan menyebarkan berbagai cabang ilmu secara sistematis. Tokoh-tokoh ilmuwan Muslim seperti Al-Khwarizmi, Ibnu Sina, dan Ibnu Rushd masing-masing memberikan sumbangan besar yang mengubah lanskap keilmuan global — khususnya dalam bidang matematika, kedokteran, dan filsafat. Pengetahuan yang mereka hasilkan kemudian mengalir ke Eropa melalui jalur Andalusia dan gerakan penerjemahan besar-besaran dari bahasa Arab ke bahasa Latin. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam bagaimana proses transmisi ilmu pengetahuan Islam tersebut berlangsung serta seberapa besar dampaknya terhadap kebangkitan intelektual Eropa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, dengan analisis deskriptif-analitis terhadap sumber-sumber buku, jurnal, dan literatur ilmiah yang relevan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peradaban Islam tidak sekadar melestarikan warisan keilmuan klasik, tetapi juga aktif mengembangkan dan mentransformasikannya sehingga menjadi fondasi kokoh bagi lahirnya Renaissance di Eropa.