Nurbaiti
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Pendidikan Islam Pada Masa Abbasiyah Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Modern Sofia Nurjanah; Nurzena; Nurbaiti
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.846

Abstract

Puncak keemasan pendidikan Islam terjadi pada era Kekhalifahan Abbasiyah melalui kerangka kelembagaan sistematis dan perpaduan ilmu transenden dan rasional. Namun, warisan pemikiran ini belum diimplementasikan secara maksimal dalam konteks pendidikan Islam modern di Indonesia. Kajian ini menganalisis dinamika pendidikan masa Abbasiyah serta mengkaji relevansinya bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Dengan metode kualitatif melalui studi kepustakaan berpendekatan historis-komparatif, penelitian mengungkap bahwa sistem pendidikan Abbasiyah yang meliputi kuttab, masjid, Baitul Hikmah, dan madrasah memiliki keterkaitan erat dengan pendidikan modern dalam tiga aspek: paradigma integratif keilmuan selaras dengan perubahan IAIN menjadi UIN, metode halaqah yang sejalan dengan pendekatan aktif Kurikulum Merdeka, serta pola kelembagaan madrasah yang meneruskan ciri Madrasah Nizhamiyah. Disimpulkan bahwa prinsip dasar pendidikan Abbasiyah perlu diadopsi secara kritis sebagai rujukan reformasi pendidikan Islam abad ke-21.
Kontribusi Peradaban Islam Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan di Eropa Nurbaiti; Nurzena; Sofia Nurjannah
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.876

Abstract

Peradaban Islam pernah menempati posisi sentral dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dunia, terutama pada periode abad pertengahan ketika Eropa sedang mengalami kemandegan intelektual yang berkepanjangan. Melalui berbagai lembaga keilmuan seperti madrasah, perpustakaan besar, dan pusat penerjemahan, dunia Islam berhasil mengembangkan dan menyebarkan berbagai cabang ilmu secara sistematis. Tokoh-tokoh ilmuwan Muslim seperti Al-Khwarizmi, Ibnu Sina, dan Ibnu Rushd masing-masing memberikan sumbangan besar yang mengubah lanskap keilmuan global — khususnya dalam bidang matematika, kedokteran, dan filsafat. Pengetahuan yang mereka hasilkan kemudian mengalir ke Eropa melalui jalur Andalusia dan gerakan penerjemahan besar-besaran dari bahasa Arab ke bahasa Latin. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam bagaimana proses transmisi ilmu pengetahuan Islam tersebut berlangsung serta seberapa besar dampaknya terhadap kebangkitan intelektual Eropa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, dengan analisis deskriptif-analitis terhadap sumber-sumber buku, jurnal, dan literatur ilmiah yang relevan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peradaban Islam tidak sekadar melestarikan warisan keilmuan klasik, tetapi juga aktif mengembangkan dan mentransformasikannya sehingga menjadi fondasi kokoh bagi lahirnya Renaissance di Eropa.