Permasalahan kemiskinan dan ketimpangan sosial di Indonesia, khususnya Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) memerlukan penanganan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang lebih sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi Program Rehabilitas Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) di Kota Surabaya serta mengidentifikasi faktor yang menjadi pendukung dan penghambat. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini meneliti menganalisis mendalam melalui model analisis data Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program RS-RTLH di Kota Surabaya telah berjalan dengan efektif, hal itu didukung oleh penyajian data capaian target selama 3 tahun terakhir. Data yang disajikan berdasarkan pembedahan menggunakan teori George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Kesimpulannya, hubungan antara komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi menjadi pendorong keberhasilan dalam penanggulangan kemiskinan yang ada di Kota Surabaya. Serta program ini memberikan dampak yang signifikan dalam bidang-bidang kehidupan manusia.
Copyrights © 2026