Flipped classroom adalah model pembelajaran yang membalik pola pembelajaran tradisional, di mana peserta didik mempelajari materi terlebih dahulu secara mandiri sebelum kegiatan kelas digunakan untuk diskusi, latihan, dan pendalaman materi. Model ini meningkatkan kemandirian dan keaktifan belajar serta memungkinkan interaksi yang lebih bermakna antara guru dan peserta didik melalui pemanfaatan waktu kelas yang lebih efektif. Dalam penelitian ini, flipped classroom diujicobakan pada kelas XI A dan B SMA Negeri 1 Noyan Kabupaten Sanggau untuk melihat pengaruhnya terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti, mengingat hasil belajar siswa yang rata-ratanya masih belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah soal tes yang terdiri dari soal posttest yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelas kontrol sebesar 69,3 dan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 73,8. Mengingat data kelas eksperiman tidak normal, maka digunakan uji Mann-Whitney yang menunjukkan nilai Z sebesar -0,918 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh model pembelajaran flipped classroom terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti peserta didik kelas XI SMAN 1 Noyan. Meski demikian, peserta didik menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti pembelajaran menggunakan flipped classroom dalam penelitian ini.
Copyrights © 2026