Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memperkuat moderasi beragama sebagai upaya menjaga keberlanjutan dakwah Islam di era modern, dengan studi kasus di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Bandung. Latar belakang penelitian ini berangkat dari berbagai tantangan kontemporer dakwah Islam, seperti maraknya narasi keagamaan ekstrem di ruang digital, dinamika perubahan generasi, serta kompleksitas masyarakat Indonesia yang bersifat plural dan multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan widyaiswara BDK Bandung serta analisis terhadap praktik pelatihan dan implementasi nilai-nilai moderasi beragama oleh ASN, khususnya penyuluh agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASN memiliki peran strategis sebagai agen pelayanan publik sekaligus aktor dakwah dalam menginternalisasi dan menyebarluaskan nilai-nilai utama moderasi beragama, meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan penghargaan terhadap kearifan lokal. Pelatihan moderasi beragama terbukti berkontribusi signifikan dalam membentuk pola pikir, sikap, dan praktik profesional ASN, sehingga dakwah Islam dapat disampaikan secara lebih moderat, adaptif, dan kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan moderasi beragama melalui ASN tidak hanya berfungsi sebagai implementasi kebijakan negara, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan dakwah Islam yang inklusif, relevan, dan berkelanjutan di tengah percepatan perubahan sosial dan teknologi.
Copyrights © 2026