Ruang kantor kosong di terminal bandara kerap luput dari perhatian, padahal kondisinya dapat menurunkan kesehatan lingkungan secara diam-diam, terutama di area berintensitas tinggi seperti area kedatangan domestik. Di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, sejumlah bekas ruang kantor Government of Indonesia (GOI) di area kedatangan domestik dibiarkan tidak terpakai dan kurang terawat, sehingga menimbulkan persoalan penumpukan debu, kelembapan tinggi, pertumbuhan jamur, ventilasi dan pencahayaan yang buruk, serta keberadaan hama. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi ruang kantor kosong tersebut dan menilai pengaruhnya terhadap kesehatan lingkungan di area kedatangan domestik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi dan catatan lapangan, wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap empat informan pakar yang dipilih secara purposif, serta tinjauan literatur. Data dianalisis menggunakan content analysis, triangulasi sumber, dan gap analysis yang membandingkan kondisi lapangan dengan standar nasional dan internasional yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang kantor kosong tidak dikelola secara optimal: berdebu, lembap, berjamur, minim pencahayaan dan ventilasi, serta terdapat indikasi tikus dan kecoa. Gap analysis menegaskan bahwa seluruh parameter yang diuji di lapangan yaitu kelembapan, pencahayaan, ventilasi, kebersihan, pengendalian hama, dan pemeliharaan berkala tidak memenuhi standar yang berlaku. Kondisi ini berdampak pada risiko gangguan pernapasan, ancaman keselamatan operasional penerbangan akibat wildlife hazard, celah keamanan, serta menurunnya citra pelayanan bandara. Melalui kerangka 3S+1C (Safety, Security, Service, Compliance), penelitian ini mengusulkan strategi perbaikan jangka pendek, menengah, dan panjang, meliputi pembersihan rutin, pengendalian kelembapan, penyusunan SOP khusus, pengendalian hama terpadu, alokasi anggaran pemeliharaan, serta pemanfaatan kembali ruang idle.
Copyrights © 2026