Keamanan pangan global menghadapi tantangan serius akibat pertumbuhan populasi, perubahan iklim, dan masalah malnutrisi, sehingga diperlukan alternatif sumber pangan fungsional yang berkelanjutan. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis potensi rumput laut sebagai sumber pangan fungsional dan nutrisi dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan status gizi masyarakat. Metode yang digunakan adalah telaah sistematis terhadap berbagai publikasi ilmiah terkait komposisi gizi, senyawa bioaktif, dan inovasi pengolahan rumput laut. Hasil kajian menunjukkan bahwa rumput laut memiliki profil gizi yang unggul, mencakup protein, serat terlarut, serta mineral esensial seperti Fe, Ca, Mg, dan Zn, di mana konsumsi 8 g rumput laut kering dilaporkan mampu memenuhi lebih dari 25% kebutuhan harian mineral penting. Rumput laut juga kaya senyawa bioaktif, antara lain polisakarida sulfat, fukosantin, dan florotanin, yang berperan sebagai antioksidan, imunomodulator, agen antidiabetes, dan antikanker. Sejumlah studi turut memperkuat peran rumput laut dalam pencegahan stunting melalui dukungan asupan protein, serat, dan mineral bagi pertumbuhan linear balita. Berbagai inovasi produk olahan rumput laut, seperti mie, jelly, dodol, dan teh, juga telah dikembangkan sebagai bentuk diversifikasi pangan. Namun demikian, pemanfaatan rumput laut di Indonesia masih terkendala oleh rendahnya kualitas pascapanen dan belum adanya standar budidaya di tingkat petani. Rumput laut memiliki prospek yang sangat menjanjikan sebagai pangan fungsional masa depan dan perlu didukung oleh kebijakan serta inovasi teknologi pengolahan yang komprehensif guna mendukung pangan berkelanjutan.
Copyrights © 2026